Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. 5 Tips Sederhana Menjaga Kewarasan

   Rubrik : Motivasi

5 Tips Sederhana Menjaga Kewarasan

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 1528 Kali

5 Tips Sederhana Menjaga Kewarasan
5 Tips Sederhana Menjaga Kewarasan

Sahabat Ummi, kewarasan perlu dijaga, terutama ketika kita dilanda depresi dan begitu banyak tekanan, apa saja tips yang perlu dilakukan untuk menjaga kewarasan?

1. AKUI KELEMAHAN DIRI

SADARI bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki masalah. Maka, bersikap pura-pura kuat bukanlah hal yang bijak. Bagaimana mungkin “penyakit” bisa sembuh jika penderitanya menolak disebut sakit?

Akuilah segala macam kelemahan diri, kekesalan, dan apapun yang sekiranya menjadi “sampah” dalam jiwa yang bisa menghambat kemajuan diri.

Tulis segala macam kekesalan dan kelemahan. Tulis tanpa ada yang terlewat. Tidak harus selesai hari ini juga, bisa jadi seminggu kemudian baru selesai atau mungkin lebih cepat/lebih lama. Tulis saja semuaa uneg-uneg dan jangan ada yang ditolak karena itu adalah kenyataan.

Sekarang juga, tulis saja dulu, tumpahkan semuanya.

Setelah menuliskan semua kekesalan, kelemahan, atau apapun sebutannya, cari AKAR MASALAHNYA. Bagaimana seseorang bisa mencari solusi jika akar permasalahannya saja tidak tahu.

Misalnya:

Kenapa benci tanpa sebab dengan A? Emang dia ganggu? Apa dia merusak? Oh, ternyata jawabannya karena yang benci tersebut sebenarnya iri, ingin banget jadi seperti A yang notabene cantik, lembut, baik, pintar, dll.

Atauuu,

Kenapa enggak suka dengan B? Oh, ternyata si B ini omongannya suka pedess padahal yang diomongin pedes enggak ganggu dia.

Atauu, masalah lainnya.

Nah, kalau tahu gini kan enak, ya. Gimana?

Sekarang juga, tulis kenapa kesal, kenapa benci, kenapa males, kenapa sakit hati. Tulislah DENGAN JUJUR.

Ingat bahwa kita mungkin bisa membohongi orang lain, tapi tidak akan pernah bisa membohongi diri sendiri apalagi Sang Pencipta. Jadii, menjadi pribadi yang JUJUR (jujur pada diri sendiri, jujur mengakui kelemahan, jujur mengakui kekesalan) adalah pintu masuk utama untuk sembuh.

 

2. SEBUTKAN SISI POSITIF YANG DIMILIKI

Selain memiliki kelemahan dan kekurangan, semua manusia juga pasti punya kelebihan. Pasti memiliki pencapaian, apapun itu. Kadang, karena terlalu fokus dengan masalah dan kekurangan, seseorang jadi lupa bahwa ia sudah berjalan sejauh ini, sudah melewati beragam tantangan serta ujian.

Tulis semua pencapaian selama ini. Dan, setiap orang pasti berbeda, jangan pernah meminta sama. Tempat tinggal dan lain-lainnya saja beda. :)

 

3. LAWAN MENTAL BLOK

Kenapa malas menikah? Karena trauma dulu (sejak kecil) selalu melihat pertengkaran orang tua

Kenapa ambisius? Karena selalu diremehkan

Kenapa minder? Kenapa malu? Karena sejak kecil sudah dilabeli enggak bisa apa-apa

Kenapa enggak mau punya suami cakep atau istri cantik? Karena punya suami cakep atau istri cantik berpotensi besar untuk selingkuh

Kenapa… ?

Beberapa pernyataan di atas adalah contoh mental blok atau sesuatu yang menghalangi kita untuk berbuat baik/positif. Yang paling dirugikan ketika seseorang “berkutat” terus dengan mental bloknya adalah dirinya sendiri. Padahal, apa yang dipikirkan belum tentu sesuai kenyataan. Logikanya, masa iya sih “hanya” karena melihat satu atau beberapa kasus enggak menyenangkan kemudian seseorang jadi mengeneralisir semuanya pasti seperti itu? Tidak, kan.

Ada beberapa cara untuk menyembuhkan mental blok ini, yakni:

Jangan pedulikan ocehan orang lain yang melabeli negatif atau melemahkan

Selalu ingat misi dan tujuan, fokus pada hal itu, jangan buang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting  

Enyahkan dendam, sakit hati, dan kecewa karena yang rugi adalah diri sendiri, bukan orang lain

Banyak-banyak bersyukur terutama dengan pencapaian yang sudah didapat

Baik, tapi tidak perlu terlalu dekat dengan orang-orang yang negatif (tidak perlu memiliki hubungan emosional terlalu dalam) jika imun dalam jiwa belum kuat

    singkirkan 3m: malas, mangkir, dan malu

Karena manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, itu sebabnya setiap orang pasti pernah mengalami GAGAL atau jatuh atau semacamnya.

Terima ketika ditertawakan, terima diejek, terima dicaci maki atas kebodohan. Terima saja. Justru itu bukti bahwa kita masih manusia. Kalau sempurna dan takpernah salah, berarti kita bukan manusia, dong. Terima, untuk kemudian dijadikan bahan pelajaran.

Kadang atau bahkan sering, belajar baik tak melulu dari hal-hal baik, bisa juga dari peristiwa-peristiwa buruk dan menyakitkan.

 

4. KOMPROMI DENGAN DIRI SENDIRI

Sebelum menjadikan orang lain sebagai soulmate, jadikan diri sendiri dulu sebagai soulmate. Kuasai diri sendiri. Caranya?

Buang prasangka karena belum tentu apa yang kita pikirkan juga dipikirkan orang lain

Tumbuhkan rasa percaya diri: setiap orang punya kelebihan dan kekurangan di bidangnya masing-masing, tidak ada manusia yang sempurna, dan sibukkan diri dengan belajar dari mana saja kapan saja serta siapa saja

Kata-kata adalah doa, itu sebabnya berusahalah untuk berkata-kata baik

Ubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kontraproduktif: bangun siang, menunda pekerjaan, atau yang lain

 

5. MAAFKAN

DI AWAL, jangan pernah menyuruh orang lain atau diri sendiri untuk memaafkan atau mengikhlaskan, tapi suruhlah dulu untuk mengeluarkan semua racun. Kadang, ceramah di saat yang tidak tepat justru akan menyakiti. Benar, nggak?

Setelah proses satu sampai empat terlewati, proses berikutnya akan berjalan otomatis tanpa harus dipaksa dan tanpa harus diceramahi berjam-jam.

“Oh iya ya, Allah sudah memberiku banyak sekalii keberuntungan. Aku bisa begini, aku bisa begitu, aku memiliki ini, aku memiliki itu. Masa iya sih aku masih bergelut dengan rasa sakitku di masa lalu? Masa iya aku setia dengan rasa marahku ini? Apa ini enggak merugikan diri sendiri? Apa ini enggak buang-buang waktu, ya?” seperti itu misalnya

Proses pelepasan ini disebut juga proses pembebasan diri.

Setelah kelima proses tersebut dilewati, semoga bisa menjadi pribadi baru yang lebih baik. Setiap kali ada masalah atau penyakit lama kambuh, segera ingat lima langkah di atas.

Semoga bermanfaat!

***

Daftar Pustaka:

Murtie, Afin. 2014. Soul Detox. Yogyakarta: Scritto Books Publisher.

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik rumahmiyosi(dot)com ini adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});