Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. 5 Sebab Pengeluaran Lebih Besar daripada Pemasukan

   Rubrik : Finance

5 Sebab Pengeluaran Lebih Besar daripada Pemasukan

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 6827 Kali

5 Sebab Pengeluaran Lebih Besar daripada Pemasukan
5 Sebab Pengeluaran Lebih Besar daripada Pemasukan

Sahabat Ummi, banyak sumber mengatakan bahwa rata-rata pengeluaran yang kita lakukan jauh lebih besar daripada pendapatan yang kita terima. Meski tentu saja tak semua memiliki sikap seperti itu. Ada beberapa faktor yang membuat pengeluaran cenderung lebih besar daripada pemasukan, di antaranya sebagai berikut:

1.      Godaan Gaya Hidup. 

Seseorang yang hidupnya biasa-biasa saja di kota tempat ia berasal bisa berubah 180 derajat menjadi sebaliknya ketika ia hijrah ke kota besar. Bukan karena ia sudah menikah sehingga otomatis kebutuhan menjadi lebih besar. Kebutuhan yang membengkak tersebut adalah karena ia tak kuasa menahan godaan gaya hidup dari teman-teman pergaulannya di kota besar. Bila dulu, ia tak malu makan di warteg. Namun setelah hijrah ke kota besar, makan di warteg adalah hal yang tabu. Sama halnya ketika ia harus mencari kos-kosan. Sebenarnya ia hanya mampu menyewa kos-kosan yang sederhana. Namun, lagi-lagi demi gaya hidup, dia menyewa kos-kosan yang bisa dibilang mewah.

Pada dasarnya kita memang memiliki sifat mudah tergoda terhadap sesuatu yang baru dan terlihat menarik. Dalam lingkungan pergaulan, kita juga ingin diakui sebagai seseorang oleh teman sepergaulan. Dengan demikian ketika kita bergaul dengan orang-orang dari kalangan menengah ke atas, kitapun akan terseret untuk mengikuti gaya hidup mereka. Biasanya pengaruh seperti ini akan terasa lebih kuat pada wanita dibandingkan dengan laki-laki. Sifat laki-laki yang cenderung cuek membuat dia tidak terlalu peduli dengan hal-hal “berbeda” yang dimiliki oleh teman pergaulannya. Hal tersebut sangat berbeda dengan wanita yang perhatiannya akan langsung bertambah ketika ada teman pergaulannya yang terlihat “berbeda”. Perasaan ingin diakui dan disamakan tersebut membuat beberapa wanita kadang rela mengorbankan penghasilannya demi sebuah eksistensi dalam pergaulan dan pengakuan dalam kelas sosial masyarakat.

 

2.      Adanya Kebutuhan Tidak Terduga yang Tidak Disiapkan Sebelumnya

Ada kalanya sesuatu datang secara tiba-tiba dan tidak bisa kita prediksi menghabiskan dana yang lebih besar daripada sesuatu yang sudah biasa kita lakukan. Misalnya saja, tiba-tiba kita sakit atau kecelakaan sehingga membutuhkan perawatan dengan biaya yang tidak sedikit. Adapun biaya perawatan kita tidak ditanggung oleh kantor. Bisa dibayangkan jika semua biaya tersebut ditanggung sendiri maka anggaran pengeluaran pun jadi membengkak.

 

3.      Faktor Alamiah

Faktor alamiah adalah faktor asli penyebab tidak cukupnya pendapatan akibat harga kebutuhan yang tinggi, sedangkan pendapatan tidak terlalu tinggi. Faktor alami biasanya akan terjadi bilamana seseorang memiliki penghasilan di bawah UMR atau sama dengan UMR namun tanggungan atau beban yang dimiliki sangat banyak.

 

4.      Adanya Peristiwa yang Tidak Terduga

Kebutuhan menjadi tidak sebanding dengan pendapatan yang kita terima. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa yang tidak terduga terjadi dalam hidup kita. Peristiwa ini bisa bersifat eksternal atau internal. Peristiwa internal misalnya, tiba-tiba kita membutuhkan uang yang banyak dalam waktu singkat untuk biaya pengobatan kita. Adapun peristiwa eksternal misalnya, perubahan kebijakan ekonomi yang membuat harga barang-barang menjadi mahal.

 

5.      Faktor Lain

Faktor lain yang menyebabkan pengeluaran lebih besar daripada pemasukan adalah memang beban hidup yang lebih besar daripada kemampuan kita yang seharusnya. Bisa jadi kita adalah pencari nafkah tunggal dalam keluarga yang harus menanggung semua kebutuhan keluarga mulai dari a sampai z. Itu sebabnya, suka tidak suka, cukup tidak cukup, seluruh penghasilan yang kita dapatkan pasti akan selalu habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seluruh keluarga. Penghasilan bagaikan dermaga tempat kapal-kapal singgah sementara dan bukan untuk berlabuh selamanya.

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012: Laskar Aksara.

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah istri, ibu, penulis, dan pembelajar. Rumah mayanya ada di rumahmiyosi(dot)com

 

Foto ilustrasi: google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});