Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Kesehatan
  4. /
  5. 5 Problematika Payudara yang Sering Diabaikan Perempuan

   Rubrik : Kesehatan

5 Problematika Payudara yang Sering Diabaikan Perempuan

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 16560 Kali

5 Problematika Payudara yang Sering Diabaikan Perempuan
5 Problematika Payudara yang Sering Diabaikan Perempuan

Payudara adalah mahkota bagi perempuan. Salah satu indikator kecantikan atau keanggunan perempuan terletak pada payudara yang sehat. Ironisnya, masih ada saja kaum hawa yang menyepelekan gangguan atau kelainan pada payudara. Berikut ini problematika payudara yang sering diabaikan perempuan.

 

Pertama, kondisi fibrokistik

Ini merupakan lesi tersering yang dapat dijumpai di payudara. Seringkali sering disebut sebagai penyakit fibrokistik, meskipun sebenarnya salah kaprah, karena tidak dijumpai kelainan atau gangguan patologis atau anatomis pada payudara. Estrogen dipertimbangkan sebagai faktor kausatif. Kondisi fibrokistik dapat dijumpai secara kebetulan pada perempuan berusia 30-50 tahun saat pemeriksaan dengan mammogram. Tampak peningkatan densitas [kepadatan] payudara yang merupakan faktor risiko nyata terjadinya kondisi fibrokistik. Penderita boleh jadi tidak merasakan gejala apapun pada payudaranya, namun beberapa mengeluhkan nyeri payudara siklik. Artinya, rasa nyeri atau tidak nyaman terjadi berulang, seringkali terjadi dan dapat memburuk saat fase premenstrual. Terkadang dijumpai cairan payudara yang disebut serous nipple discharge. Segeralah memeriksakan diri ke dokter bila dijumpai massa [benjolan, teraba aneh/asing] pada payudara. Ada risiko terjadi kanker payudara pada perempuan dengan kondisi fibrokistik, terutama yang memiliki komponen proliferatif atau atipikal di epitel atau papillomatosis.  

 

Kedua, fibroadenoma payudara

Sering dijumpai pada perempuan muda usia 20-35 tahun atau masa-masa awal pubertas. Tumor multipel dijumpai pada 10-15 persen pasien. Fibroadenoma tipikal merupakan massa berdiameter 1-5 cm, relatif mudah digerakkan, bulat atau ovoid, khas [discrete], dan elastis.

 

Fibroadenoma umumnya tidak terjadi setelah menopause, namun terkadang berkembang setelah pemberian hormon-hormon. Diagnosis klinis penderita dengan mudah dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan histologi dapat direkomendasikan dokter untuk menegakkan diagnosis fibroadenoma.

 

Ketiga, tumor filoides

Tumor filoides mirip dengan fibroadenoma dengan stroma seluler yang tumbuh secara cepat. Ukurannya dapat membesar. Lesinya dapat jinak maupun ganas. Mengingat tumor ini dapat membesar, maka mastektomi sederhana dapat direkomendasikan dokter.

 

Keempat, abses payudara

Penyebab utama abses payudara adalah Staphylococcus aureus. Payudara memerah, indurasi, sedikit bengkak, tenderness. Abses subareola dapat dialami oleh perempuan muda atau dewasa yang tidak menyusui.

 

Potret klinis abses payudara berupa demam, kelelahan sistemik, payudara bengkak [di sisi unilateral]. Faktor-faktor risiko abses payudara terkait erat dengan diabetes, artritis rematoid, retraksi puting susu, stres atau kelelahan yang dialami ibu hamil/menyusui, malnutrisi pada ibu hamil/menyusui, konsumsi obat-obatan golongan steroid, merokok [baik pasif maupun aktif], implan parafin/silikon. Sebagai terapi, drainase kateter atau needle cukup, namun drainase dan insisi pembedahan juga diperlukan.  

 

Kelima, penyakit Paget payudara

Penyakit Paget Payudara seringkali dijumpai pada perempuan berusia 50-60 tahun. Sekitar 1-3 persen dari kanker payudara adalah penyakit Paget. Penyebab utama belum diketahui pasti, namun pola genetik menunjukkan lebih dari 80 persen terdapat overekspresi Her-2/Neu. Beberapa faktor risiko penyakit Paget payudara berupa usia lebih dari 40 tahun, menopause di usia lebih dari 50 tahun, haid pertama di usia kurang dari 12 tahun, sebelumnya menderita kanker payudara, riwayat terpapar radiasi ion, riwayat penyalahgunaan alkohol. Bila puting terasa gatal, terbakar, atau berdarah, lesi pertama kali berlokasi di puting lalu menyebar ke areola payudara, ada perubahan warna kulit di puting susu atau di areola payudara yang tidak berespon terhadap terapi konservatif, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

 

 

 

Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, peraih ‘’Gadjah Mada Awards’’ 2015 kategori mahasiswa terinspiratif dan penulis terbaik, sertifikasi CME dari Harvard dan  Oxford University, penulis 18 buku [salah satunya The Art of Medicine, Gramedia, 2016, dipromosikan di Amazon.com], pembina Network–Preneur  Initiative Center, CEO/Founder Sahabat Literasi Indonesia [Indonesia Literacy Fellowship], studi S-2 Ilmu Kedokteran Dasar [IKD] Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada [FK UGM] Yogyakarta, email ditoanurogo[at]gmail[dot]com.

 Foto ilustrasi : Google

Yuk, jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan Dapat Majalah Ummi (free ongkir)
Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny
Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#No.HP#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});