Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. 4 Hal Menyakitkan yang Akan Anda Terima Jika Terlalu Mencintai Pasangan Hidup

   Rubrik : Pasutri

4 Hal Menyakitkan yang Akan Anda Terima Jika Terlalu Mencintai Pasangan Hidup

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 20663 Kali

4 Hal Menyakitkan yang Akan Anda Terima Jika Terlalu Mencintai Pasangan Hidup
4 Hal Menyakitkan yang Akan Anda Terima Jika Terlalu Mencintai Pasangan Hidup
Sahabat Ummi, cinta pada pasangan hidup itu sungguh baik, akan tetapi kalau 'terlalu' cinta, hingga kadarnya melebihi kecintaan dan ketaatan kita pada Allah dan RasulNya, maka hal menyakitkan ini sangat mungkin akan menimpa diri kita:
 
1. Kesengsaraan yang amat sangat ketika ditinggalkan
 
Jika kita terlalu cinta pada pasangan, efeknya sungguh buruk ketika maut memisahkan. Kita akan merasa amat menderita dan kesulitan menemukan hikmah di balik kehilangan tersebut.
 
Padahal, kematian adalah kepastian, maka cintailah pasangan dengan sewajarnya, di bawah kecintaan kita pada Allah, sehingga ketika kepastian datang memisahkan... kita tak akan terlalu larut dalam kesedihan.
 
2. Kekecewaan terhadap pasangan
 
Entah diduakan, ditelantarkan, atau diabaikan, yang jelas... jika cinta kita terlalu dalam pada pasangan, sangat mungkin kita diuji dengan cobaan-cobaan yang membuat hati kecewa.
 
Jangan pernah menyandarkan harapan pada pasangan hidup kita, hanya Allah yang layak kita jadikan sandaran hati.
 
3. Tidak mendapat petunjuk Allah
 
Ada banyak manusia yang lebih mencintai pasangan hidupnya daripada Allah dan RasulNya, maka Allah membiarkan mereka dalam kesesatan nyata. 
 
Mereka mengira cinta mereka akan membahagiakannya, padahal sangat mungkin cinta itulah yang akan membawa pada kesengsaraan, kehampaan, dan kesedihan mendalam.
 
Coba pikirkan baik-baik...
 
Siapa yang membuat jantung kita berdegup setiap saat? Apakah pasangan hidup kita atau Allah?
 
Siapa yang membuat kita bisa bernafas dengan leluasa? Pasangan hidup kita kah? Atau Allah?
 
Wajar jika Allah menuntut kita untuk mencintaiNya di atas segala sesuatu. Dan Allah enggan memberi petunjuk hidayah pada orang fasik.
 
Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS. At Taubah: 24)
 
4. Tidak termasuk golongan orang yang beriman
 
Ketika kita masih mencintai pasangan hidup di atas kecintaan kita pada Allah dan Rasulullah, bisa dikatakan kita belumlah sempurna menjadi orang beriman. Mengapa demikian?
 
Karena dunia ini hanyalah kesenangan sementara, sementara akhirat adalah negeri kekekalan. Pasangan hidup kita belum tentu lho bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak, sekalipun ia adalah seorang ustadz, atau tokoh terpandang. Akan tetapi Allah dan RasulNya sudah pasti mampu menyelamatkan kita.
 
Oleh sebab itu, tempatkanlah cinta pada pasangan paling tinggi hanya di urutan ketiga saja. Jangan sampai menjadi urutan pertama.
 
"Tidak beriman salah seorang dari kalian, sehingga aku lebih dicintai daripada orangtuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Semoga kita mencintai pasangan dalam kapasitas yang wajar dan tidak berlebihan.
 
 
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});