Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. 10 Tips Manajemen Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga

   Rubrik : Finance

10 Tips Manajemen Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 2611 Kali

10 Tips Manajemen Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga
10 Tips Manajemen Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga

Sahabat Ummi, ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur keuangan keluarga. Bisa dibilang, mereka adalah menteri keuangan dalam negeri. Banyak kasus di dunia nyata di mana ibu rumah tangga bersikap terlalu boros/terlalu pelit sehingga membuat anggota keluarga yang lain tidak nyaman. Tidak jarang, pasangan suami istri berseteru bahkan bercerai hanya karena masalah yang sebenarnya masih bisa dibicarakan.

Agar stabilitas keuangan keluarga -yang sedikit banyak mempengaruhi keharmonisan rumah tangga- stabil, setidaknya ada 10 hal yang harus diperhatikan ibu rumah tangga dalam memanajemen cash flow (pemasukan dan pengeluaran).

Apa saja?

1. Setelah menerima pemasukan, segeralah alokasikan ke dalam pos-pos primer.

Pos-pos primer adalah pos-pos yang tidak bisa diganggu gugat keberadaannya dan bila diganggu gugat akan berakibat pada ketidakstabilan kondisi keuangan. Misalnya: listrik, air, dan kebutuhan sehari-hari.


2. Jangan menunda untuk mengalokasikan pendapatan ke dalam pos-pos yang sudah ditentukan.

Menunda mengalokasikan dapat berakibat fatal, misalnya bercampurnya pos yang satu dengan yang lainnya. Alasan lain, bila uang belum kita alokasikan ke dalam pos-pos tertentu maka jumlah uang akan terlihat besar. Biasanya kita akan kurang berhati-hati. Untuk itu, penting memecah-mecah uang pendapatan menjadi beberapa pos.


3. Bila uang bulanan tidak dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk rekening maka sarana kita untuk bertransaksi adalah ATM.

Kita tetap membuat pos-pos pengeluaran seperti biasa sekalipun pada akhirnya bila kita membutuhkannya kita masih harus mengambil di ATM. Namun setidaknya kita sudah memiliki pembukuan sendiri.

 

Baca juga: Jangan Terlalu Berhemat untuk Hal-hal Berikut Ini

 


4. Dalam hal pengambilan uang di ATM, sebaiknya kita tidak mengambil seluruh uang bulanan yang sudah ditransfer ke rekening kita.

Selain demi alasan keamanan, mengambil sekaligus uang yang ada di ATM untuk kebutuhan bulanan akan membuat kita kurang memiliki kontrol diri. Hampir bisa dipastikan bahwa sebagian besar di antara kita ingin membelanjakan uang di tangan yang jumlahnya banyak. Untuk itulah, demi alasan keamanan serta menghindarkan diri dari hal-hal yang sifatnya boros maka sebaiknya kita mengambil uang yang ada di ATM satu minggu sekali.


5. Pos-pos yang biasanya harus diwaspadai adalah pos untuk berbelanja.

Berbelanja kebutuhan rumah tangga menjadi suatu hal yang wajib dilakukan karena berhubungan dengan hajat hidup orang banyak di rumah. Namun, berbelanja untuk hal-hal yang tidak perlu akan menjadi suatu hal yang tidak menguntungkan. Misalnya: membeli tas mahal padahal sebenarnya tas yang lama masih bagus, membeli peralatan dapur dengan alasan menyukainya padahal sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya, dan mengikuti banyak arisan sehingga uang belanja terkuras untuk arisan.

Boleh saja kita melakukan pengeluaran tersebut, namun sebaiknya tidak dengan mengurangi pos-pos penting dan krusial. Kita buat saja pos tersendiri yang judulnya “pos untuk refreshing” yang kita sisihkan sebesar berapa persen dari penghasilan, misalnya 1%.

6. Jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan yang terjadi.

Ternyata masih banyak di antara kita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga berpikir bahwa mencatat pengeluaran per hari bukanlah sesuatu yang penting. Mereka menganggap hal tersebut sebagai hal yang tidak berguna.

“Tidak mungkin bila setiap kali ada transaksi harus dicatat. Beli terasi sekian dicatat, beli cabe dicatat, beli permen dicatat, ” Begitulah kira-kira dalam benak mereka.

Padahal, mencatat tidak harus di kertas. Sekarang ini ada media yang mempermudah kita untuk melakukannya, misalnya HP. Catat saja semua pengeluaran hari itu di HP sebelum kita mencatatnya di catatan keuangan keluarga.

Sekalipun kita sudah membagi-bagi uang pemasukkan untuk berbagai pos, namun kita tidak akan tahu persis berapa pengeluaran riil bila tidak dicatat, dan berapa selisih (bila ada).

Bila untuk membalas sms kita selalu memiliki waktu maka untuk mencatat transaksi yang baru kita lakukan tentu bukanlah hal yang sulit. Bila untuk update status di facebook melalui HP dapat dengan mudah kita lakukan, tentu  mencatat satu atau dua transaksi juga mudah.

Pernah terjadi kasus seorang ibu rumah tangga shock karena uang bulanan yang baru ia terima, hanya tinggal sedikit. Dia tidak merasa membelanjakan uang tersebut untuk hal-hal yang tidak-tidak, mengapa uang itu tidak cukup hingga akhir bulan? Mungkin, kita juga pernah mengalami hal serupa. Itulah pentingnya mencatat semua pengeluaran yang kita lakukan.

Sama halnya seperti perusahaan, mereka selalu mencatat transaksi keuangan yang terjadi setiap hari, kita pun sebagai manajer keuangan rumah tangga harus selalu mencatat transaksi keuangan yang terjadi setiap hari.


7. Simpan bukti transaksi keuangan.

Sebagai ibu rumah tangga tentu kita terbiasa dengan struk. Struk adalah bukti transaksi ketika kita belanja ke swalayan atau supermarket. Pada struk terdapat rincian jenis, jumlah, dan harga barang yang dibeli. Sebaiknya, kita tidak langsung membuang struk tersebut sebelum kita menyalinnya ke catatan keuangan keluarga. Dengan tidak langsung membuang struk, kita dapat membandingkan harga di tempat mana yang lebih murah, kita bisa memeriksa kembali apakah total harga barang-barang yang dibeli sudah benar, dan kita bisa melihat trend kenaikan atau penurunan harga pada jenis barang yang sama.

 

Baca juga: 


8. Belanjalah di beberapa tempat, jangan hanya di satu tempat.

Beberapa keuntungan belanja di beberapa tempat adalah: memperbanyak teman atau relasi, saat akhir tahun biasanya pelanggan setia akan mendapatkan bonus dari penjual, dan bisa membandingkan harga dari beberapa tempat.


9. Manfaatkan momen diskon.

Pada saat tertentu, di swalayan atau supermarket terdapat momen diskon. Manfaatkanlah momen-momen diskon tersebut. Lumayan, kan? penghematan sekian persen dari harga normal.


10. Memiliki rekening pada beberapa bank bisa dijadikan alternatif bila kondisi keuangan sudah stabil.

Misalnya, rekening di bank A untuk cicilan rumah, rekening di bank B untuk tabungan masa depan, dan rekening di bank C untuk keperluan rumah tangga. Manfaat memiliki rekening pada beberapa bank adalah untuk membedakan transaksi untuk pos satu dengan yang lainnya. Dengan demikian pos-pos tersebut tidak tercampur satu sama lain.

Keterampilan mengelola keuangan dengan baik seyogyanya tidak hanya dimiliki oleh ibu rumah tangga atau wanita yang sudah menikah saja, namun juga yang belum menikah. Karena uang merupakan salah satu hal krusial dalam kehidupan berumah tangga, itu sebabnya dibutuhkan skill memanajemen cash flow yang baik. Dan itu bisa diasah dengan membiasakan diri. Jadi, mari atur keuangan rumah tangga kita serapih mungkin demi masa depan yang lebih baik.

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012. Jakarta: Laskar Aksara.

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah seorang istri, ibu, penulis, & pemilik www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});